Judul : Dear
Nathan
Sutradara: Indra Gunawan
Produser: Gope T. Samtani
Sutradara: Indra Gunawan
Produser: Gope T. Samtani
Film yang diadaptasi dari Novel karya Erisca Febriani ini berawal dari platform menulis wattpad yang kemudian diangkat menjadi seebuah buku, dan kemudian dibuat menjadi film yang dibintangi oleh Jefri Nichol dan Amanda Rawles. Bermula
dari keterlambatan Salma masuk sekolah, hingga akhirnya ia harus masuk dengan
cara yang tak biasa yaitu dengan melompat gerbang belakang sekolah yang dibantu
oleh seorang anak laki-laki yang bernama Nathan. Nathan cowo terkenal cool,
tampan, namun bandel dan urakan ini sering kali berkelahi. Hingga suatu ketika
Nathan berkelahi dan dikeroyok hinggga babak belur di depan sekolah. salma yang
kala itu melihatnhya berteriak histeris ketakutan hingga pingsan. Ketika ia
sadar dari pingsannya Salma mendapati Nathan membawakannya minuman dan meminta
maaf karena perbuatannya tadi mengakibatkan Salma pingsan.
Kejadian-kejadian
terus mempertemukan Nathan dan Salma hingga akhirnya pada suatu hari dimana
Salma harus pulang lebih sore daripada biasanya dan Ia tidak mendapatkan
angkutan umum sehingga Salma terpaksa pulang dengan Nathan karena jika tidak ia
akaan terus diganggu oleh anak-anak lain di halte. Kejadian itu semaakin hari
nampaknyaa semakin membuat Nathaan tertarik pada Salma, hingga suatu ketika
Salma mendapatkan SMS dari Nathan yang langsung membuat ia kebingungan tentang
siapa yang memberika nomernya pada Nathan. Salma sempat berpikir untuk berganti
nomer namun tidak jadi karena jika ia melakukannya teman-teman lamanya akan
sulit menghubunginya nanti, mengingat dia adalah siswi baru di sekolahnya
sekarang, dan akhirnya ia memutuskan untuk tidak berganti nomer dan membalas
pesan masuk itu.
Nathan
yang semakin hari semakin tertarik dengan Salma, akhirnya dapat menemani Salma
pergi ke toko buku untuk mencari buku. Hal itu sebenarnya tidak direncanakan,
namun Nathan selalu saja punya cara untuk selalu dekt dengan Salma. Di toko
buku Salma sibuk memilih-milih buk bacaan yang ia suka, kemudian ia menemukan
buku yang ia suka. Setelah membeli buku, mereka berdua pergi untuk makan, tidak
disangka Nathan menyatakan kalau ia menyukai Salma.
Esok
harinya Salma dihdapakan dengan sebuah kenyataan kalau ia harus dilabrak oleh
Dinda—kaka kelas yang menyukai Nathan, untungnya ia bisa keluar dari masalah
itu dibantu oleh Sherin. Malamnya Nathan tiba-tiba datang ke rumahnya dan
membawanya untuk pergi ke jamuan makan malam keluarga, topik yang dibahas di
jamuan makan malam sangat membosankan dimana Nathan sekan dijodohkan, akan
tetapi Nathan tidak tinggal diam dan langsung mengenalkan bahwa Salma ialah
kekasihnya.
Hari
demi hari berlalu akhirnya mereka berdua jadian. Kiah demi kisah terjadi di
sekolah dan dalam kisah inilah mereka lebih mengenal sau sama lain. Nathan
akhirnya memberi tahu kepada Salma bahwa ia sebenarnya memiliki seorang
kembaran bernama Daniel yang sudah meninggal dunia akibat ulahnya, dan Ibunya
kini memiliki gangguan kejiwaan karena anak kesayangannya—Daniel meninggal
dunia. Hubungan Nathan dengan ayahnya pun tiidak baik-baik saja, dimana ayahnya
memiliki istri baru padahal ia belum resmi bercerai dengan ibunya Nathan. Dan
Nathan mengetahui kalau Salma merupakan gadis kaku yang memiliki gengsi tinggi.
Salma selalu tampak seperti tidak mencintai Nathan, ia dingin, cuek, bahkan
terkadang terlihat tak acuh.
Layaknya
sebuah hubungan pertengkaran kecil yang sering terjadi kini menjadii sebuah
tamparan keras bagi keduanya. Nathan saat itu yang membutuhkan Salma tapi Salma
yang seakan tidak memedulikan Nathan akhirnya menemui kata pisah. Nathan lelah
memperjuangkannya sendiri, dan Salma tentunya kecewa dengan keputusan Nathan
yang mengakhiri hubungan ini. Hari-hari Salma lalui dengan perasaan kacau, ia
masih mencintai Nathan namun kini tidak bisa lagi memilikinya. Begitu pun
dengan Nathan yang kini sudah tidak bisa lagi mendekati Salma seperti biasanya,
ia hanya bisa memperhatikannya dari kejauhan dan mmeinta bantuan seseorang
untuk menunjukkan kepeduliannya itu seperti menyuruh orang untuk memberikan
Salma minuman.
Pasca
putus Nathan menjalani hari-harinya dengan kekosongan, ditambah lagi masalah
yang menimpanya dimana Nathan dihadapkan kalau ibunya meninggal dunia, sehingga
mustahil baginya untuk dapat menemani ibunya lagi. Selain itu, ayahnya Nathan
yang berencana untuk menjual rumahnya membuat Nathan semakin kecewa. Ia
membutuhkan seseorang di sampingnya untuk berbagi kisah, namun ia tidak
memilikinya karena Salma sudh tidak dengannya lagi. Nathan marah pada keadaan
sehingga ia memutuskan untuk pergi dari rumahnya.
Berhari-hari Nathan tidak masuk sekolah,
Salma yang mendapat kabar khawatir akan keadaan Nathan sekarang. Saat istirahat
Salma bertemu dengan ayahnya Nathan, mereka berbicara berdua. Saat itu pula
Salma baru tahu kalau Nathan kabur dari rumah akibat keegoisan ayahnya yang
menginginkan rumah itu dijual. Padahal Nathan tidak mau rumah itu dijual dengan
alasan kalau rumah itu ialah satu-satunya kenangan bersama Ibu dan kembarannya.
Sepulang sekolah Salma melihat Nathan sedang bekerja di sebuah bengkel, lantas
ia memutuskan untuk turun dari angkot dan menemuinya. Salma mengatakan kalau
tadi ia bertemu ayahnya dan kemudian membujuk Nathan untuk kembali pulang ke
rumah. Kemudian Nathan pulang ke rumah dan berbicara baik-baik bersama ayahnya.
Saat itu pula Nathan dapat berdamai dengan ayahnyaa.
Kini hubungan ayah dan anak ini sudah
baik-baik saja, namun tidak dengan hubungan Salma dengan Nathan. Salma yang
tidak bisa melupakan Nathan dan harus dihadapkan dengan rumor-rumor kalau
Nathan dekat dengan kaka kelasnya—Dinda. Hal itu semakin membuat Salma terpuruk
dan sakit hati, kemudian malamnya ia menulis surat untuk Nathan yang berisikan
segenap perasaannya pada Nathan yang diberikannya pada esok hari.
Takdir
yang sudah digariskan bagaikan sebuah garis panjang yag tersambung. Terulangnya
kejadian keterlambatan seperti awal pertama pertemuan mereka membuat hubungan
mereka kembali. Nathan dan Salma menjalin kisah asmara lagi.
Novel
yang menceritakan tentang kehidupan dan kisah cinta seorang remaja SMA ini
dikemas dengan begitu apik, dibumbui dengan masalah-masalah keluarga membuat
kita semakin mengerti tentang arti kehidupan. Konflik-konflik yang disajikan
membuat kita merasa ada di dalamnya dan mampu membuat emosi kita terkuras.
Bagian novel yang paling saya sukai ialah saat dimana Nathan selalu membuat Salma
merasa special dibandingkan
wwanita-wanita lainnya. Pada bagian
dimana Salma memberikan surat yang menceritakan bahwa ia adalah seorang gadis
kaku yang mencintai Nathan menurut saya adalah bagian paling emosional karena
dari awal hingga akhir digambarkan bahwa Salma seakan gengsi untuk mencintai
Nathan, dipatahkan diakhir cerita bahwa sebenarnya Salma sangat mencintai
Nathan.


Komentar
Posting Komentar