Kota yang Terseka

Kota yang Terseka

Pekat warna atap bumi
Tanpa hiasan yang menyinarinya
Hanya tangisan yang keluar dan jatuh dengan perlahan
Menyeka sebagian kota kecil di bawahnya
Ribuan tetes jatuh, tanpa kenal sakit
Tanpa keluh apalagi kesah
Hanya semangat tuk terjun yang di fikirnya
Berlalu ke arah yang lebih rendah
Menggenang dalam kubangan
Menyatu di sebuah aliran yang berujung muara
Memberi kebajikan tuk mahluk yang bernafas di kolong atap

Komentar