Kuliah? SEMANGAT!!!
Jadi aku adalah seorang Maba. kurang lebih sudah tiga minggu gelar tersebut kupakai. Dua minggu yang melelahkan, dari mulai taaruf univ, bela negara, taaruf fakultas, dan serangkaian acara-acara yang lain. Dua minggu yang melelahkan ketika harus bangun pagi-pagi buta, dan aku harus pergi mandi di kala udara sedang dingin-dinginnya. Kemudian aku pergi diantar oleh Ibuku bersama remah-remah kengantukan, dan dilanjutkan dengan berjalan atau bahkan berlari karena takut telat. Radius saat itu berlaku, mungkin alasannya untuk menghindari macet.
Akhirnya dua minggu terlewati, dan selama satu minggu ini aku sudah mulai belajar. Rasanya asyik, tapi ini sangat berbeda menurutku dengan masa putih abu. Kalau dulu dari pagi sampai sore kita berdiam di sekolah (ada atau tidak ada guru) tapi sekarang kita mengenal jam kosong. Jam kosong bagiku adalah waktu dimana aku mencari tempat persinggahan, karena jarak rumahku yang mengharuskan pulang pergi menggunakan kendaraan dan sangat disayangkan kalau harus mengeluarkan banyak ongkos untuk itu. Jadi jadwal kuliahku biasanya dimulai pagi hari, kemudian dilanjut di siang hari. Kalau begitu biasanya aku memanfaatkan waktuku dengan tidur di kosan teman.
Sejauh ini aku enjoy menikmatinya, aku senang karena aku bisa berkuliah di jurusan yang aku mau. Walaupun dua minggu itu, aku merasa sangat-sangat lelah dan merasakan ketidak nyamanan. Bukan karena sebreg tugas (karena tidak ada tugas) atau karena rumitnya peraturan yang harus dijalankan (menurutku tidak ada yang terlampaui rumit). Tidak lain dan tidak bukan karena teman, entah aku yang belum mendapat feel atau aku sedang malas beradaptasi seperti biasanya. Padahal biasanya aku sangat mudah bergaul (ketika berada di SMK) kurasakan cukup sulit untuk memposisikan diri berada di teman-teman yang sekarang. Tapi aku berusaha mencari kenyamanan diri, ketika sedang malas bercengkrama aku lebih memilih untuk membaca buku.
Aku bercerita pada sahabatku di SMK, tentang kegundahan yang selama ini kurasa. Jika ditanya "Kenapa?" aku pun bingung menjawabnya aku ini kenapa? Tapi satu minggu aku sudah berada di kelas, aku merasakan kenyamanan berteman kembali. Bertemu orang-orang baru, berkenalan dan membangun relasi yang baru. Semua ini mampu membuatku sedikit terobati setelah dua minggu merasakan kegelisahan yang entah aku sendiri pun tidak tahu kenapa. Aku mempunyai teman (yang dua minggu itu teman kelompok) yang ternyata tidak jauh berbeda dengan diriku. Dia berada satu kelompok denganku, dan berbaik hati mau berbagi kasur denganku ketika bela negara, bahkan ia yang menawari, karena aku tidak kebagian tidur di kasur.
Mungkin dari situ aku dekat dengannya. ah dia sama seperti teman-temanku di SMK dulu. Aku juga mempunyai teman baik di fakultas lain, dia baik. Kami berkenalan ketika hari terakhir P3M dan langsung saja akrab, seperti ada feel tersendiri. Terakhir teman di kelas, kurasa mereka baik, buktinya aku selalu ditampung untuk singgah bahkan untuk menumpang tidur ahahahahahahahaha.
Baik segitu saja dulu aku ceritanya, byee ...
Komentar
Posting Komentar