Satu Cerita
Teruntuk kau ...
Yang terhalang rumah dan tembok beton yang berjajar tanpa aturan
Kini kau berada dalam satu cerita denganku
Namun, kita tak pernah saling berjumpa
Kau adalah titik
Dan aku hanya sebatas huruf yg selalu menghadap kebelakang
Tanpa berani menoleh ke arahmu
Aku hanya sebatas huruf kecil sederhana yang tak lebih baik dari tanda titik
Aku hanya sebatas huruf yang berada di tengah kata
Dan jarang sekali bertemu tanda titik
Sesekali aku bertemu tanda titik tuk mengakhiri suatu cerita
Namun, aku selalu membelakangimu
Aku hanya berani menoleh ke depan disaat aku berada di awal cerita.
Bandung, 7 Agustus 2016
(awal publikasi tanggal 7 agustus 2016 di fb, fbku Laily LY, tapi baru di update di blog hari ini tanggal 13 agustus 2016)
Aku hanya sebatas huruf yang berada di tengah kata
Dan jarang sekali bertemu tanda titik
Sesekali aku bertemu tanda titik tuk mengakhiri suatu cerita
Namun, aku selalu membelakangimu
Aku hanya berani menoleh ke depan disaat aku berada di awal cerita.
Bandung, 7 Agustus 2016
(awal publikasi tanggal 7 agustus 2016 di fb, fbku Laily LY, tapi baru di update di blog hari ini tanggal 13 agustus 2016)
Komentar
Posting Komentar