cerpen Diary

Diary
          Malam itu aku sangat lelah sampai-sampai aku tertidur pulas dimeja
belajarku tetapi beberapa menit kemudian aku terbangun dari tidurku lalu aku melihat kearah rak buku mata pelajaranku,diujung jajaran buku-buku itu kulihat sebuah diaryku yang sudah lama tidak kubuka kemudian,aku membaca lembar demi lembar dan aku teringat masa-masa itu,ya aku mengingat semuanya.Aku mengingat semua kenangan itu,aku mengingat semua kenangan bersamamu,kenangan yang dulu kulalui bersamamu dan kini kau pergi tanpa sebab,sebenarnya dirimu tidak pergi akan tetapi kau hanya pergi dari kehidupanku.
Semakin lama aku membaca buku diaryku semakin menyesakkan hatiku,lembar-lembar awal yang kubaca memang  itu bisa  membuatku terseyum
         
             Dear Diary ............
Hari ini aku senang sekali,entah mengapa ? mungkin karena hari ini aku banyak menghabiskan waktu bersamanya,aku tak tau apa artinya ini ?,padahal aku dengannya hanya teman biasa,tapi tak biasanya mengapa aku merindukan hal-hal yang kulakukan seharian ini
Lembar awal yang kubaca memang membuatku tersenyum kecil,ya memang betul aku dan Vito hari itu mengahabiskan waktu bersama,lembar-lembar berikutnya yang kubaca membuatku semakin tersenyum,karena pertemanan kami semakin erat namun,semakin lama aku membaca lembar demi lembar disitu aga membuatku bersedih
            Dear Diary...........
Bodohnya aku,seharusnya aku tak menaruh hati padanya.Seharusnya aku hanya meganganggap ini semua persahabatan yang didasari kasih sayang bukan kasih sayang yang didasari rasa cinta,ternyata dia mencintai wanita lain.
Aku ingat,ya aku ingat kala itu disaat kau mengungkapkan perasaanmu pada wanita lain,dan disitu baru  aku menyadari semua itu,bahwa diriku hanya dianggapnya sebagai seorang sahabat,alangkah bodohnya diriini menyimpan rasa pada dirinya.Mulai saat itu aku menjaga jarak denganmu namun,aku tak mengerti pada dirinya,dia masih saja mendekatiku,bahkan kami semakin erat walaupun dia sudah bersama orang lain,dan  pada suatu pagi dia datang kerumahku untuk mengajakku jalan ketaman
Saat ditaman di memberikan secarik kertas dan sebuah boneka kepadaku,tak lama setelah itu hujan turun deras sekali,karena jarak rumahku agak jauh dengan taman akhirnya aku memutuskan untuk singgah sebentar dirumahnya,setelah hujan reda aku diantar pulang olehnya,dan seperti biasa dipenghujung malam sebelum aku tdur aku selalu menuliskan kejadian yang kualami.
             Dear Diary.........
Hari ini aku senang sekali,oh sungguh belum pernah aku merasakannya walaupun dia sudah bersama oranglain,apa mungkin dalam diam dia menyukaiku ? atau apa ini hanya perasaaku saja ?entahlah tapi aku berharap aku akan selalu bersama dengannya.
Disitu aku mulai tersenyum kembali,lembar demi lembar kubaca terkadang aku tersenyum,menangis,tertawa dan semua rasa yang ada kurasakan,dan sampai lembar-lembar terakhir yang kubaca diaryku menjadi tidak menarik karena semua ini membuatku sangat menyakiti hati
          Dear Diary........
Entah mengapa sudah beberapa minggu ini dia menjauh dariku,apa ada yang salah dariku ?apa aku berbuat salah padanya ?aku mencoba berbicara padanya namun,dia mengacuhkanku,aku mencoba bertanya padanya namun,dia mengabaikanku
Semakin kubuka lembar-lembar ini dan semakin menyesekkan hati,dan sampai lembar terakhir yang kubaca
          Dear Diary.........
Hari demi hari dirimu semakin berbeda,dirimu bagaikan tak mengenaliku,kusapa kau hanya melirik dengan sebelah mata,entah mengapa aku tidak mengerti,tak ada perbincangan lagi diantara kita,tak ada senda dan gurau lagi diantara kita tak ada senyum lagi,tak ada semua itu tidak terjadi diantara kita,perbincangan terakhir kali diantara kita,disaat kau sedang berulang tahun
“Maaf dan terimakasih untuk semuanya “
“Ma...maksud kamu ?”
“Kamu bisa fikirkan itu dirumah,anggap saja kita tidak pernah kenal dan tidak pernah dekat sebelumnya,kita focus dengan kehidupan masing-masing”
“Baiklah kalau itu mau kamu,karena sebelumnya aku juga tidak pernah berfikir bahwa aku bisa dekat denganmu”

Saat itu juga aku pergi,dan tidak ada kata lagi diantara kita.Semua diary yang kubaca membuat mataku tak kuasa membendung air mata ini,aku tau kini kami tidak seperti dulu lagi,tapi setiap malam aku selalu membuat skenario tentang kita berdua walaupun itu tidak pernah terjadi dan aku selalu berharap keadaan bisa seperti dulu lagi.

Komentar